 |
 |
|
 |
 |
|
| News /
Rubrik
/ Utama |
|
| Izin Usaha Perikanan Akan Direformasi | | By redaksi |
| Selasa, 09-Februari-2010, 07:52:16 |
105 clicks |
 |
 |
|
|
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad terus berinovasi. Setelah membuat kebijakan revolusioner dengan penghapusan retribusi bagi nelayan, mantan Gubernur Gorontalo itu mengusung reformasi perizinan. |
|
|
Iklim usaha perikanan pun semakin bergairah.
“Itu agar pengusaha Indonesia bisa bersaing dengan perusahaan dari negara lain,” kata Fadel Muhammad di Jakarta, Senin (8/2).
Dengan reformasi perizinan, kata Fadel, izin kapal di atas 30 GT bisa langsung ditangani pemerintah daerah. Sebelumnya, izin kapal 30 GT hingga 60 GT harus diurus pusat. Ini membuat birokrasi perizinan jadi ribet. “Terobosan ini dibuat agar pengurusan izin kegiatan penangkapan ikan menjadi lebih mudah dan efisien,” ujar lelaki kelahiran 20 Mei 1952 itu.
Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mereformasi perizinan untuk Usaha Pengolahan Ikan (UPI). Health Certificate ditarget bisa selesai dalam waktu sehari.
“Dengan reformasi perizinan, para eksportir dan pengusaha produk perikanan bisa mendapat banyak manfaat. Yakni, percepatan modal kerja. Mereka bisa menghemat penggunaan container di UPI yang membuat biaya sewa lebih efisien,” katanya.(jpnn) |
|
|
|
 |
 |
|
 |
 |