 |
 |
|
 |
 |
|
| News /
Rubrik
/ Pilkada |
|
| Kepemimpinan Ismet Iskandar Dinilai Dekati Kegagalan | | By sukar |
| Selasa, 18-Juli-2006, 06:22:20 |
369 clicks |
 |
 |
|
|
| SERPONG – Kepemimpinan Ismet Iskandar di Kabupaten Tangerang dinilai lebih banyak buruknya daripada keberhasilan. |
|
|
Sehingga, kepemimpinan Ismet ini dinilai mendekati kegagalan.
“Hingga kini, kami tak melihat adanya keinginan Pemkab Tangerang untuk melakukan perubahan,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang Ruhamaben, saat memberikan keterangan pers di Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) PKS Kabupaten Tangerang di Gedung DRN Puspiptek Serpong, Minggu (16/7). Kata Ruhamaben, indikasi ketidakberhasilan Ismet dalam memimpin Kabupaten Tangerang terlihat dari pelayanan kesehatan yang buruk dan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
“Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan daerah tetangga, Kota Tangerang. Padahal, pendapatan Kabupaten Tangerang jauh lebih tinggi,” ungkap Ruhamaben.
Ruhamaben mengungkapkan, buruknya kondisi jalan di Kabupaten Tangerang sangat berpengaruh terhadap denyut ekonomi di wilayah ini. “Karenanya, pemerintah Kabupaten Tangerang harus melakukan perubahan, jika tidak ingin dinilai tak berhasil,” kata Ruhamaben.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang Anugerah mengatakan, salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari indeks prestasi pembangunan manusia. “Indeks prestasi pembangunan manusia itu terdiri dari infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Nah, kondisi yang terjadi di Kabupaten Tangerang indeks itu tak mengalami kenaikan. Kalau pun naik, tidak signifikan,” ujar Anugerah.
Anugerah mengamini Ruhamaben kalau kepemimpinan Ismet lebih banyak buruknya daripada keberhasilannya. Sebelumnya, dalam rekomendasi Musda I partai ini beberapa waktu lalu, PKS bertekad akan mengambilalih kepemimpinan pada tahun 2008 mendatang. PKS pun ingin menjadi mayoritas di gedung DPRD Kabupaten Tangerang. “Kami menargetkan 23 kursi di DPRD Kabupaten Tangerang pada pemilu mendatang,” kata Ruhamaben. (dai)
|
|
|
|
 |
 |
|
 |
 |