 |
 |
|
 |
 |
|
| News /
Rubrik
/ Pilkada |
|
| Airin: Program Kami Bukan Hanya Janji | | By redaksi |
| Jumat, 04-Januari-2008, 07:31:00 |
295 clicks |
 |
 |
|
|
| Beberapa program yang diusung Jazuli Juwaini dan Airin Rachmi Diany dinilai cukup brilian, meski sebagian orang menilai baru sebatas janji. |
|
|
Terutama soal pendidikan gratis, pelayanan kesehatan dasar gratis, hingga santunan kematian. Berikut wawancara singkat wartawan Radar Banten Jasmara Bahar dengan Calon Wakil Bupati Hj Airin Rachmi Diany.
Bisa diperjelas beberapa program unggulan yang akan diimplementasikan oleh Ibu bila kelak terpilih menjadi wakil bupati?
Kabupaten Tangerang ini sebenarnya memiliki banyak potensi. Kita tahu, Kabupaten Tangerang adalah kota industri, dan salah satu tujuan investasi para pengusaha lokal dan asing. Tapi, kenapa potensi tersebut belum mampu mensejahterakan masyarakatnya? Angka putus sekolah masih tinggi, warga yang buta huruf masih banyak, kemiskinan masih banyak, hingga masih tingginya angka pengangguran. Saya kira ini pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama-sama.
Menurut penilaian Ibu, kenapa hal itu bisa terjadi. Apa Ibu menilai ini adalah kesalahan para pemimpin-pemimpin terdahulu?
Kesalahan pemimpin atau bukan, saya rasa masyarakat yang berhak menjawabnya. Namun, yang paling penting adalah, Kabupaten Tangerang membutuhkan pemimpin yang betul-betul serius untuk mengurus daerah dan warganya. Kalau pemimpinnya betul-betul serius, saya yakin masyarakat Kabupaten Tangerang akan sejahtera.
Dalam program Ibu, ada program untuk menggratiskan sekolah hingga SLTP atau gratis biaya berobat khususnya di Puskesmas. Ibu yakin program ini mampu dijalankan?
Ada yang lebih luas dari program pendidikan gratis yang kami canangkan. Ini bukan saja persoalan biaya yang akan meringankan warga miskin, tapi tujuan utamanya adalah niat kami menjadikan warga Kabupaten Tangerang masyarakat yang cerdas. Karena itu, dalam visi dan misi yang kami susun sudah jelas bahwa kami sudah menyiapkan beberapa strategi untuk pencerdasan masyarakat. Misalnya dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, perbaikan dan pengembangan infrastruktur pendidikan, menyelenggarakan program pendidikan bagi kaum miskin dan anak terlantar serta pengembangan pendidikan berbasis masyarakat, pemberantasan buta huruf, dan beberapa lainnya. Dengan keseriusan dan niat tulus kami, saya yakin program tersebut bias berjalan. Apalagi, program itu semuanya untuk kepentingan masyarakat.
Ada yang menilai bahwa program-program Ibu dan pak Jazuli hanya sebuah janji? Seperti apa Ibu menanggapinya?
Majunya saya menjadi calon wakil bupati bukan tanpa pertimbangan. Saya dan Pak Jazuli ingin menjadikan Kabupaten Tangerang ini daerah yang sejahtera dan nyaman. Karena itu, keseriusan kami betul-betul datang dari keinginan untuk memajukan Kabupaten Tangerang. Jadi, apa yang kami programkan bukanlah sebuah janji. (**) |
|
|
|
 |
 |
|
 |
 |